·
1 . Penggertiaan Akuntansi
Pengertian Akuntansi (accounting)
berasal dari kata bahasa Inggris to
account, yang berarti memperhitungkan atau mempertanggungjawabkan.
Akuntansi yang paling banyak digunakan secara luas dapat didefinisikan
sebagai berikut:
1. American
Accounting Association (AAA)
adalah proses mengindentifikasikan, mengukur dan melaporkan informasi
ekonomi untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas bagi
mereka yang menggunakan informasi tersebut.
2. American
Insitute of Certified Public Accountans (AICPA)
adalah seni pencatatan, pengelompokan dan pengikhtisaran menurut cara yang
berarti dan dinyatakan dalam nilai uang.
·
Tujuaan Akuntansi
Untuk
menyiapkan suatu laporan keuangan yang akurat agar dapat dimanfaatkan oleh para
manajer, pengambil kebijakan, dan pihak berkepentingan lainnya, seperti
pemegang saham, kreditur, atau pemilik. Pencatatan harian yang terlibat dalam proses
ini dikenal dengan istilah pembukuan. Akuntansi keuangan adalah suatu cabang
dari akuntansi dimana informasi keuangan pada suatu bisnis dicatat,
diklasifikasi, diringkas, diinterpretasikan, dan dikomunikasikan. Auditing,
satu disiplin ilmu yang terkait tapi tetap terpisah dari akuntansi, adalah
suatu proses dimana pemeriksa independen memeriksa laporan keuangan suatu
organisasi untuk memberikan suatu pendapat atau opini - yang masuk akal tapi
tak dijamin sepenuhnya - mengenai kewajaran dan kesesuaiannya dengan prinsip
akuntansi yang berterima umum.
·
Peranan Akuntansi
Akuntansi mencakup
seluruh aspek bisnis. Sewa ruang kantor yang digunakan untuk menjalankan roda
perusahaan, pembayaran gaji karyawan, penggantian beban (expense) perjalanan
wiraniaga (salesman) adalah bagian dari aktivitas bisnis yang melibatkan
akuntansi.
Ada empat peran
akuntansi dalam setiap bisnis, yaitu pengendalian keuangan, operasi perusahaan,
pelaporan dan perencanaan.
Pengendalian Keuangan
Salah satu peran utama
dari akuntansi adalah dalam hal pengendalian keuangan. Pengendalian biaya
(cost) adalah salah satu factor utama untuk keberhasilan usaha. Pengelolaan
biaya (overhead) dan biaya produksi akan menentukan perbedaan antara rugi dan
laba.
Perhatikanlah contoh
berikut :
Sebuah perusahaan
membuat sebuah mesin dengan biaya Rp. 500.000 dan menjualnya seharga Rp.
1.000.000. Setelah dikurangi dengan beban penjualan, beban iklan, biaya
overhead dan biaya lainnya, perusahaan hanya memperoleh laba sebesar Rp.
100.000 dari penjualan Rp. 1.000.000.
Misalkan saja
perusahaan tersebut dengan cara tertentu dapat mengurangi benban hanya sejumlah
Rp. 100.000 perbulan. Meskipun pengurangan beban tersebut sangat kecil, tetapi
itu setara dengan penjualan Rp. 1.000.000.
Tanpa praktik akuntansi
yang baik, tentu saja kita tidak akan mengetahui dari mana memulai pemotongan
biaya-biaya dan beban-beban. Mungkin saja beban perjalanan wiraniaga terlalu
tinggi, beban iklan tidak memberikan hasil sesuai dengan yang diharapkan, biaya
produksi melampaui target. Sebuah sistem akuntansi yang baik membantu kita
mengidentifikasi area permasalahan dan berfungsi sebagai alat pengendalian
keuangan yang dibutuhkan.
Operasi Perusahaan
Aktivitas akuntansi
adalah sebagian dari operasi perusahaan sehari-hari, seperti penagihan terhadap
pelanggan, pembayaran gaji karyawan, pembayaran tagihan pemasok, pemeliharaan
persediaan, dan masing-masing tugas mempunyai peran dari proses akuntansi.
Setiap perusahaan
mempunyai pendekatan yang berbeda dari operasional akuntansi. Perusahaan yang
bergerak dibidang konsultasi misalnya, akan berbeda dengan perusahaan yang
bergerak dibidang pabrikasi. Pada perusahaan yang pertama mungkin hanya
dibutuhkan catatan tagihan dan bebean-beban yang dikeluarkan, sedangkan
sebaliknya pada perusahaan kedua ekstensif melibatkan pembayaran gaji,
persediaan, estimasi biaya, piutang dagang dan utang dagang.
Pelaporan
Mereka yang berbisnis
baik dalam bentuk perusahaan maupun perorangan, secara periodic ingin
mengetahui status bisnisnya. Laporan-laporan akuntansi termasuk Neraca
dan Laporan Laba Rugi menyediakan informasi yang dibutuhkan untuk menilai
kinerja perusahaan. Dengan laporan-laporan yang akurat, kita dapat mengantisipasi
keadaan perusahaan dan dapat mengidentifikasi masalah-masalah yang dihadapi
perusahaan tersebut.
Perencanaan
Akuntansi mempunyai
peran yang sangat penting menggambarkan masa depan perusahaan, yang sering
dicerminkan dalam data akuntansi sehari-hari yang diakumulasikan.
Proses perencanaan
adalah penetapan tujuan dan langkah-langkah pendekatan terintegrasi yang
diambil untuk mencapai tujuan tersebut. Penetapan tujuan yang realistic adalah
salah satu komponen utama dalam proses ini. Jika perusahaan mempunyai sistem
akuntansi yang baik, kita akan memperoleh informasi yang dibutuhkan untuk
menetapkan tujuan.
Sebagai contoh,
misalkan sistem persediaan kita menunjukkan rata-rata persediaan untuk 60 hari
pasokan. Oleh karena persediaan menyerap kas perusahaan, maka kita akan
mengurangi biaya-biaya yang tak perlu ini. Dari tinjauan ulang data akuntansi
kita, didapat titik terendah persediaan untuk 30 hari pasokan. Dengan informasi
ini, kita memutuskan untuk menetapkan sebuah tujuan yang realistic dari pengurangan
tingkat rata-rata persediaan menjadi 45 hari pasokan, tetapi tidak
memperbolehkan persediaan tersebut jatuh dibawah 30 hari pasokan. Jika kita
berhasil mencapai tujuan ini, kita akan meningkatkan kemampuan bisnis kita.
Kita juga harus
mendefinisikan cara mencapai tujuan tersebut. Dengan mengacu kembali data yang
disediakan sistem akuntansi, ditemukan bahwa fluktuasi persediaan disebabkan
oleh miskinnya informasi tepat waktu tentang tingkat persediaan terkini. Untuk
mengatasi masalah ini, kita kemudian merencanakan mengkomputerisasi proses
persediaan, sehingga kita hanya memesan item-item yang betul-betul dibutuhkan.
Jelaslah bahwa sebuah
sistem akuntansi yang baik adalah kebutuhan mendasar untuk beerhasilnya praktik
bisnis.
2 .
Pihak_Pahak Akuntansi
A. Pihak Intern
Adalah pihak manajemen yang berkepentingan langsung dan sangat membutuhkan informasi keuangan untuk tujuan pengendalian (controlling), pengkoordinasian (coordinating), dan perencanaan (planning) suatu perusahaan.
B. Pihak Ekstern
Adalah pihak-pihak yang berada di luar perusahaan tetapi ia membutuhkan informasi keuangan perusahaan tersebut.
1. Pemilik/Investor
Pemilik memerlukan informasi akuntansi di perusahaannya untuk mengetahui maju mundurnya perusahaan, sehingga ia dapat mengambil keputusan apakah akan mempertahankan perusahaannya, menjualnya, atau menambah investasinya.
2. Calon Investor
Bagi calon investor sangat perlu informasi akuntansi perusahaan. Hal ini dilakukan dalam rangka untuk mengambil keputusannya apakah akan menginvestasikan dananya di perusahaan tersebut atau tidak.
3. Kreditor
Informasi akuntansi suatu perusahaan sangat dibutuhkan bagi kreditor untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam mengembalikan pinjamannya. Hal ini dapat dijadikan oleh kreditor sebagai bahan untuk mengambil keputusan apakah akan ditambah atau ditarik pinjamannya.
4. Calon Kreditor
Bagi calon kreditor informasi akuntansi suatu perusahaan sangat diperlukan sebagai bahan pertimbangan bagi calon kreditor untuk menilai resiko serta memutuskan apakah perusahaan tersebut akan diberikan pinjaman atau tidak.
5. Pemerintah
Informasi akuntansi perusahaan bagi pemerintah sangat berguna untuk penetapan besarnya pajak penghasilan (PPh) badan usaha. Selain itu, juga dapat dipakai sebagai alat penilaian bagi perusahaan apakah perusahaan tersebut mematuhi peraturan atau tidak.
6. Karyawan perusahaan yang bersangkutan
Informasi akuntansi perusahaan sangat bermanfaat bagi karyawan perusahaan yang bersangkutan untuk kelangsungan hidupnya. Maju mundurnya perusahaan dapat berguna untuk kemantapan kerja, bahan pertimbangan penuntutan naiknya gaji, dan jaminan sosial karyawan
3 . Profesi Jabatan Bidang_Bidang
Specialis Akuntansi
Profesi Akuntansi
Bidang profesi
akuntansi, berdasarkan profesinya akuntan dibedakan sebagai berikut:
a. Akuntan
Publik
Akuntan publik (public
accountant) adalah akuntan yang menjalankan fungsi pemeriksaan secara bebas
atau independen terhadap laporan keuangan perusahaan atau organisasi lain,
serta memberikan jasa kepada pihak-pihak yang memerlukan.
Tugas-tugas akuntan
publik yaitu:
1. Melakukan
pemeriksaan atau auditing,
2. Memberikan
jasa perpajakan atau tax service,
3. Memberikan
jasa konsultasi manajemen atau management advisory service.
b. Akuntan
Intern
Akuntan intern atau
akuntan privat (private accountant) adalah akuntanyang bekerja di dalam
perusahaan atau organisasi tertentu.
Tugas-tugas akuntan
intern adalah sebagai berikut: Menyusun sistem akuntansi,
2. Menyusun
laporan keuangan yang ditujukan untuk pihak ekstern atau intern perusahaan,
3. Menyusun
anggaran/budget,
4. Menangani
maslah perpajakan,
5. Melakukan
pemeriksaan intern.
c. Akuntan
Pemerintah
Akuntan pemerintah
(goverment accountant) adalah akuntan yang bekerja pada badan-badan
pemerintahan, seperti : BPK, BUMN, BUMD,dan Inspektorat jendral.
d. Akuntan
pendidik
Akuntan pendidik
adalah akuntan yang bertugas dalam pendidikan akuntansi, yaitu mengajar,
menyusun kurikulum pendidikan akuntansi, dan melakukan penelitian ilmiah
dibidang akuntansi.
Bidang Spesialisasi Akuntansi
a. Akuntansi
keuangan (financial accounting) adalah bidang akuntansi yang tujuannyautamanya mengolah
keuangan menjadi laporan keuangan, untuk diinformasikan kepada pihak-pihak
diluar perusahaan.
b. Akuntansi
manajemen (manajement accounting) adalah bidang akuntansi yang bertujuan menyediakan
informasi untuk pihak manajemen perusahaan untuk mendukung operasi sehari-hari
dan untuk membuat perencanaa dan kebijakan untuk masa yang akan datang. Bidang
akuntansi ini membahas masalah-masalah khusus yang dihadapi pada manager dari
berbagai jenjang organisasi. Tugas akuntansi manajemen adalah menemukan
alternatif-alternatif tindakan dan membantu memilih alternatif terbaik.
c. Akuntansi
pemeriksaan (auditing) adalah
bidang akuntansi yang berhubungan dengan pemeriksaan independen terhadap
catatan-catatan akuntansi pendukung laporan keuangan perusahaan dan memberikan
pendapat mengenai kelayakan dan keandalan laporan keuangan tersebut.
d. Akuntansi
biaya (cost accounting) adalah
bidang akuntansi yang tujuan utamanya menyiapkan data yang diperlukan untuk
menyiapkan data yang diperlukan untuk penetapan dan pengendalian biaya.
Lingkupnya biaya selama proses produksi dan harga pokok barang yang sudah
diproduksi.
e. Akuntansi
perpajakan (tax accounting) adalah bidang akuntansi yang tujuan
utamanyamenyiapkan laporan yang diperlukan untuk penetapan pajak. Tugas akuntan
pajak adalah membantu dalam merencanakan pajak dan penyusunan surat
pemberitahuan pajak (SPT).
f. Akuntansi
penganggaran (budgeting) adalah bidang akuntansi yang tujuan utamanya
menyusun rencana keuangan untuk periode tertentu dimasa yang akan datang dan
membandingkan hasil operasi dengan rencana yang telah ditetapkan.
g. Akuntansi
pemerintahan (government accounting) adalah akuntansi yang
menghkususkan diri dalam pencatatan dan pelaporan data keuangan yang terjadi
pada badan-badan pemerintahan.
4 . Jenis
Dan Bentuk Badan Usaha Akuntansi
Bentuk-bentuk
organisasi bisnis:
- Perusahaan Perseorangan
- Persekutuan Firma
- Perseroan Komanditer (Commanditer Vennootschap / CV)
- Perseroan Terbatas
- Koperasi
- Yayasan
- BUMN
Beberapa pertimbangan yang perlu dilakukan dalam memilih bentuk perusahaan :
- Jenis usaha yang dijalankan (perdagangan, industri, dsb)
- Ruang lingkup usaha
- Pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan usaha
- Besarnya resiko pemilikan
- Batas-batas pertanggungjawaban terhadap utang-utang perusahaan
- Besarnya investasi yang ditanamkan
- Cara pembagian keuntungan
- Jangka waktu berdirinya perusahaan
- Peraturan-peraturan pemerintahan
Perusahaan
Menurut UU no. 3 Tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan Pasal 1 huruf b yang dimaksud dengan perusahaan adalah
Setiap bentuk usaha yang menjalankan setiap jenis usaha yang bersifat tetap dan terus menerus yang didirikan, bekerja, serta berkedudukan dalam wilayah Negara Indonesia dengan tujuan memperoleh keuntungan dan atau laba.
Pengusaha
Adalah orang yang menjalankan perusahaan atau menyuruh orang lain menjalankan perusahaan. Pengusaha mengeluarkan sejumlah modal yang digunakan untuk menjalankan kegiatan usaha.
- Perusahaan Perseorangan
- Persekutuan Firma
- Perseroan Komanditer (Commanditer Vennootschap / CV)
- Perseroan Terbatas
- Koperasi
- Yayasan
- BUMN
Beberapa pertimbangan yang perlu dilakukan dalam memilih bentuk perusahaan :
- Jenis usaha yang dijalankan (perdagangan, industri, dsb)
- Ruang lingkup usaha
- Pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan usaha
- Besarnya resiko pemilikan
- Batas-batas pertanggungjawaban terhadap utang-utang perusahaan
- Besarnya investasi yang ditanamkan
- Cara pembagian keuntungan
- Jangka waktu berdirinya perusahaan
- Peraturan-peraturan pemerintahan
Perusahaan
Menurut UU no. 3 Tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan Pasal 1 huruf b yang dimaksud dengan perusahaan adalah
Setiap bentuk usaha yang menjalankan setiap jenis usaha yang bersifat tetap dan terus menerus yang didirikan, bekerja, serta berkedudukan dalam wilayah Negara Indonesia dengan tujuan memperoleh keuntungan dan atau laba.
Pengusaha
Adalah orang yang menjalankan perusahaan atau menyuruh orang lain menjalankan perusahaan. Pengusaha mengeluarkan sejumlah modal yang digunakan untuk menjalankan kegiatan usaha.
5
. Prinsip_Prinsip Konsep dasar akuntansi
Banyaknya masalah akuntansi di dunia keuangan telah mendorong
diperlukannya prinsip dan konsep akuntansi yang dapat di pakai sebagai pedoman
dalam pengambilan keputusan. Prinsip dan konsep akuntansi itu, antara lain:
1. Konsep Entitas
Entitas adalah konsep yang paling dasar dalam akuntansi. Konsep ini
bertujuan agar transaksi perusahaan tidak di campuradukkan dengan transaksi
pribadi, begitu pula antara traksaksi entitas satu dengan entitas yang lain,
tidak boleh di perlakukan bersama – sama ataupun di gabung, dengan cara membuat
suatu garis batas atau pemisah yang jelas di sekililingnya.Misalkan,pendapatan
yang di miliki oleh perusahaan tidak boleh di gabungkan / di campurkadukan
dengan pendapatan yang di miliki sendiri atau pribadi.
2. Prinsip Keandalan
Prinsip Keandalan merupakan catatan atau laporan akuntansi yang di
dasarkan atas data / informasi yang tersedia yang paling dapat di andalkan(
data yang dapat di buktikan / di telusuri kebenarannya), sehingga catatan dan
laporan tersebut akan menjadi akurat dan berguna. Jika data / informasi yang
tersedia hanyalah atas pendapat yang tidak mendasar atau hanya opini belaka,
ini bukanlah yang di maksud dengan prinsip keandalan, tapi prinsip
obyektivitas.
Di dalam akuntansi, Prinsip keandalan muncul saat penilaian harga dapat
di lakukan oleh orang – orang yang profesional di bidangnya secara independen
dan objektif.
3. Prinsip Biaya
Dalam prinsip ini menyatakan bahwa harga yang di tetapkan atas aktiva
atau kewajiban yang di peroleh harus di catat sesuai harga aktualnya (nilai
historis)pada saat terjadinya transaksi, meskipun pembeli meyakinkan bahwa
harga yang di bayarkan itu dengan tawar – menawar.
4. Konsep Kesinambungan
Adanya konsep kesinambungan merupakan salah satu sebab mengapa aktiva
harus di catat menurut harga perolehan (ukuran / nilai akuntansi yang lebih
dapat diandalkan untuk aktiva).Konsep kesinambungan menyatakan bahwa suatu
entitas akan terus melakukan usahanya untuk masa yang tak dapat di duga / di
ramalkan di masa depan atau bisa di katakan umur yang tidak terbatas dengan
cara menyusun laporan keuangan secara periodik dan membandingkannya sehingga
diperoleh informasi tentang kemajuan atau kemunduran usaha.
5. Konsep Satuan Moneter Stabil
Fungsi dari konsep ini adalah sebagai dasar untuk mengabaikan adanya efek
dari inflasi (Peningkatan dalam harga) di dalam catatan akuntansi. Sehingga
kita dapat menguraikan atau menambahkan nilai – nilai rupiah tersebut sehingga
memiliki daya beli yang sama.
6 . Tahap_Tahap Proses Pencatatan Akuntansi
1. Menganalisis dampak dari setiap transaksi terhadap akun-akun.
Analisis sangat penting dalam menentukan jenis transaksi apa dan
bagaimana cara menjurnalnya.
2. Mencatat informasi relevan dari transaksi ke dalam jurnal.
Setelah melalui proses diatas, selanjutnya kita mencatat
setiap jenis transaksi keuangan yang berpengaruh terhadap laporan
keuangan perusahaannya kedalam jurnal
3. Memindahkan informasi jurnal ke akun-akun yang tepat di dalam buku
besar.
Setelah kita jurnal langkah selanjutnya adalah memindahkan transaksi yang
ada dijurnal ke buku besar.
4. Dan langkah terakhir adalah menyajikannya dalam laporan
keuangan.
Setelah memahami tahap-tahapan diatas , berikut adalah saya berikan
ilustrasi dari tahap-tahapan diatas sampai pencatatan Buku Besar.
7 . Transaksi
Bisnis Perusahan
Transaksi Bisnis Perusahaan
Pengertian Transaksi Bisnis Perusahaan
Kejadian ekonomis dari suatu perusahaan yang secara langsung mempengaruhi
kondisi keuangan atau hasil operasi dan harus dicatat oleh perusahaan yang
bersangkutan itulah yang disebut transaksi bisnis.
Sebagai suatu organisasi yang berorientasi pada perolehan laba,
perusahaan akan berusaha untuk menghasilkan barang atau jasa untuk dijual ke
konsumen dengan harga tertentu hingga perusahaan mendapatkan keuntungan. Untuk
melaksanakan kegiatannya, tentunya perusahaan memerlukan dana. Dana ini akan
digunakan untuk pembayaran tagihan telpon, pembayaran gaji karyawan, dan
sebagainya.
Transaksi bisnis merupakan kejadian ekonomis yang menyebabkan perubahan
dalam harta,hutang dan modal
Kelompok Transaksi Bisnis Perusahaan
Dikelompokkan menjadi 2, yaitu :
a. Transaksi internal adalah kejadian ekonomis
yang terjadi dalam perusahaan itu
sendiri. Contoh : penggunaan perlengkapan,pemanfaatan gedung beberapa
waktu, penggunaan mesin, dan lain-lain.
b. Transaksi eksternal merupakan kejadian dengan
pihak luar perusahaan. Contoh: pembelian perlengkapan kepada pemasok, pembayaran
uang muka sewa gedung, pembelian mesin Pengaruh Transaksi Bisnis Perusahaan
Terhadap Posisi Keuangan (harta,utang,modal)
Semua transaksi bisnis perusahaan akan senantiasa berpengaruh pada
perubahan pada ketiga unsur persamaan dasar akuntansi, yaitu asset(harta) dan/
atau kewajiban(utang) dan/ atau ekuitas(modal). Transaksi bisnis perusahaan ini
paling tidak akan mempengaruhi 2 diantara 3 komponen atau unsur dalam persamaan
dasar akuntansi.
Perhatikan transaksi bisnis sederhana tentang pembelian perlengkapan
secara kredit. Transaksi sederhana ini akan mengakibatkan perubahan atau
berpengaruh pada kenaikan utang tertentu, yaitu utang usaha dan kenaikan harta
tertentu yaitu
perlengkapan.Berikut contoh sederhana suatu transaksi dan pengaruhnya
8 . Persamaan Akuntansi
Neraca
merupakan suatu daftar yang menggambarkan aktiva (harta kekayaan), Utang dan
Modal pemilik pada saat tertentu. Dalam Neraca ini selalu menunjukkan adanya
keseimbangan antara sisi Debit dengan sisi Kredit. Keseimbangan ini selanjutnya
disebut dengan persamaan dasar akuntansi (accounting equation).
Pengertian
Persamaan Dasar Akuntansi
Persamaan dasar akuntansi adalah rumus dasar tentang
akuntansi yang secara matematis dapat dirumuskan sebagai berikut : H = Harta, yaitu semua milik (Kekayaan) dari suatu perusahaan.
U = Utang, yaitu kewajiban perusahaan terhadap pihak lain.
M = Modal, yaitu hak pemilik perusahaan.
Rumus lain : B = Biaya, pengorbanan untuk memperoleh penghasilan
P = Pendapatan, adalah bertambahnya aktiva perusahaan.
Harta bersaldo normal di debet
(bertambah) dan jika di kredit berkurang, sedangkan pendapatan bersaldo normal
di kredit (bertambah) dan jika di debet berkurang, biaya mengurangi modal
sedangkan pendapatan menambah modal.
9 . Mencatat Transaksi Dalam
Akuntansi
Proses
Pencatatan Akuntansi
Secara umum,
akuntansi (accounting) dapat dipahami sebagai suatu proses kegiatanmengolah
data keuangan (input) agar menghasilkan informasi keuangan (output)
yang bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan dengan perusahaan
atau organisasi ekonomiyang bersangkutan.Akuntansi juga dapat diterjemahkan
sebagai cara atau metode yang digunakan untuk menyelenggarakan
pencatatan-pencatatan mengenai transaksi keuangan sehingga menghasilkaninformasi
yang relevan untuk pengambilan suatu keputusan.Transaksi adalah kejadian atau
situasi yang mempengaruhi posisi keuangan perusahaan, atauyang mengakibatkan
berubahnya jumlah atau komposisi persamaan antara kekayaan dan
sumber pembelanjaan.
Setiap transaksi
akan berpengaruh paling tidak “dua perkiraan” dan dicatat pada“dua
sisi berlawanan” (Debet dan Kredit). Untuk itu dalam akuntansi dikenal
istilah saldo normal. Be
rikutini
kelompok perkiraan dan saldo normalnya :Akutansi memiliki proses yang terdiri dari
tahapan-tahapan untuk dapat menghasilkan laporanyang diinginkan, sebagai
berikut :1. Proses Mengklarifikasi Transaksi2. Proses Mencatat Dan Merangkum3.
Proses Menginterpretasikan Dan Melaporkan
10 . Laporan Keuangan ( Perusahan
Jasa )
Laporan
Keuangan Perusahaan Jasa - Seberapa pentingkah laporan keuangan itu? Laporan
keuangan dikatakan penting karena laporan keuangan merupakan dasar untuk dapat
menentukan atau menilai posisi keuangan perusahaan. Informasi mengenai posisi
keuangan yang terbaca dalam laporan keuangan ini, berguna bagi pihak-pihak yang
berkepentingan untuk mengambil keputusan.
Apakah
fungsi laporan keuangan ini? Laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari
proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara
data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dan pihak-pihak yang
berkepentingan dengan data atau aktivitas perusahaan tersebut.
Pada
umumnya, laporan keuangan terdiri atas neraca, laporan laba/ rugi, dan laporan
perubahan modal. Laporan laba/rugi merupakan laporan yang menggambarkan
hasilhasil yang telah dicapai oleh perusahaan serta beban yang terjadi selama
periode tertentu. Laporan perubahan modal merupakan laporan yang menunjukkan
sumber dan penggunaan modal perusahaan. Neraca merupakan laporan keuangan yang menunjukkan/
menggambarkan jumlah aktiva, utang, dan modal dari suatu perusahaan pada
tanggal tertentu.