Minggu, 10 Mei 2015

·      1 . Penggertiaan Akuntansi
Pengertian Akuntansi (accounting) berasal dari kata bahasa Inggris to account, yang berarti memperhitungkan atau mempertanggungjawabkan. Akuntansi yang paling banyak digunakan secara luas dapat didefinisikan sebagai berikut:
1.    American Accounting Association (AAA) adalah proses mengindentifikasikan, mengukur dan melaporkan informasi ekonomi untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut.
2.    American Insitute of Certified Public Accountans (AICPA) adalah seni pencatatan, pengelompokan dan pengikhtisaran menurut cara yang berarti dan dinyatakan dalam nilai uang.
·       Tujuaan Akuntansi
Untuk menyiapkan suatu laporan keuangan yang akurat agar dapat dimanfaatkan oleh para manajer, pengambil kebijakan, dan pihak berkepentingan lainnya, seperti pemegang saham, kreditur, atau pemilik. Pencatatan harian yang terlibat dalam proses ini dikenal dengan istilah pembukuan. Akuntansi keuangan adalah suatu cabang dari akuntansi dimana informasi keuangan pada suatu bisnis dicatat, diklasifikasi, diringkas, diinterpretasikan, dan dikomunikasikan. Auditing, satu disiplin ilmu yang terkait tapi tetap terpisah dari akuntansi, adalah suatu proses dimana pemeriksa independen memeriksa laporan keuangan suatu organisasi untuk memberikan suatu pendapat atau opini - yang masuk akal tapi tak dijamin sepenuhnya - mengenai kewajaran dan kesesuaiannya dengan prinsip akuntansi yang berterima umum.

·       Peranan Akuntansi
Akuntansi mencakup seluruh aspek bisnis. Sewa ruang kantor yang digunakan untuk menjalankan roda perusahaan, pembayaran gaji karyawan, penggantian beban (expense) perjalanan wiraniaga (salesman) adalah bagian dari aktivitas bisnis yang melibatkan akuntansi.
Ada empat peran akuntansi dalam setiap bisnis, yaitu pengendalian keuangan, operasi perusahaan, pelaporan dan perencanaan.

Pengendalian Keuangan
Salah satu peran utama dari akuntansi adalah dalam hal pengendalian keuangan. Pengendalian biaya (cost) adalah salah satu factor utama untuk keberhasilan usaha. Pengelolaan biaya (overhead) dan biaya produksi akan menentukan perbedaan antara rugi dan laba.
Perhatikanlah contoh berikut :
Sebuah perusahaan membuat sebuah mesin dengan biaya Rp. 500.000 dan menjualnya seharga Rp. 1.000.000. Setelah dikurangi dengan beban penjualan, beban iklan, biaya overhead dan biaya lainnya, perusahaan hanya memperoleh laba sebesar Rp. 100.000 dari penjualan Rp. 1.000.000.
Misalkan saja perusahaan tersebut dengan cara tertentu dapat mengurangi benban hanya sejumlah Rp. 100.000 perbulan. Meskipun pengurangan beban tersebut sangat kecil, tetapi itu setara dengan penjualan Rp. 1.000.000.
Tanpa praktik akuntansi yang baik, tentu saja kita tidak akan mengetahui dari mana memulai pemotongan biaya-biaya dan beban-beban. Mungkin saja beban perjalanan wiraniaga terlalu tinggi, beban iklan tidak memberikan hasil sesuai dengan yang diharapkan, biaya produksi melampaui target. Sebuah sistem akuntansi yang baik membantu kita mengidentifikasi area permasalahan dan berfungsi sebagai alat pengendalian keuangan yang dibutuhkan.

Operasi Perusahaan
Aktivitas akuntansi adalah sebagian dari operasi perusahaan sehari-hari, seperti penagihan terhadap pelanggan, pembayaran gaji karyawan, pembayaran tagihan pemasok, pemeliharaan persediaan, dan masing-masing tugas mempunyai peran dari proses akuntansi.
Setiap perusahaan mempunyai pendekatan yang berbeda dari operasional akuntansi. Perusahaan yang bergerak dibidang konsultasi misalnya, akan berbeda dengan perusahaan yang bergerak dibidang pabrikasi. Pada perusahaan yang pertama mungkin hanya dibutuhkan catatan tagihan dan bebean-beban yang dikeluarkan, sedangkan sebaliknya pada perusahaan kedua ekstensif melibatkan pembayaran gaji, persediaan, estimasi biaya, piutang dagang dan utang dagang.

Pelaporan
Mereka yang berbisnis baik dalam bentuk perusahaan maupun perorangan, secara periodic ingin mengetahui status bisnisnya.  Laporan-laporan akuntansi termasuk Neraca dan Laporan Laba Rugi  menyediakan informasi yang dibutuhkan untuk menilai kinerja perusahaan. Dengan laporan-laporan yang akurat, kita dapat mengantisipasi keadaan perusahaan dan dapat mengidentifikasi masalah-masalah yang dihadapi perusahaan tersebut.

Perencanaan
Akuntansi mempunyai peran yang sangat penting menggambarkan masa depan perusahaan, yang sering dicerminkan dalam data akuntansi sehari-hari yang diakumulasikan.
Proses perencanaan adalah penetapan tujuan dan langkah-langkah pendekatan terintegrasi yang diambil untuk mencapai tujuan tersebut. Penetapan tujuan yang realistic adalah salah satu komponen utama dalam proses ini. Jika perusahaan mempunyai sistem akuntansi yang baik, kita akan memperoleh informasi yang dibutuhkan untuk menetapkan tujuan.
Sebagai contoh, misalkan sistem persediaan kita menunjukkan rata-rata persediaan untuk 60 hari pasokan. Oleh karena persediaan menyerap kas perusahaan, maka kita akan mengurangi biaya-biaya yang tak perlu ini. Dari tinjauan ulang data akuntansi kita, didapat titik terendah persediaan untuk 30 hari pasokan. Dengan informasi ini, kita memutuskan untuk menetapkan sebuah tujuan yang realistic dari pengurangan tingkat rata-rata persediaan menjadi 45 hari pasokan, tetapi tidak memperbolehkan persediaan tersebut jatuh dibawah 30 hari pasokan. Jika kita berhasil mencapai tujuan ini, kita akan meningkatkan kemampuan bisnis kita.
Kita juga harus mendefinisikan cara mencapai tujuan tersebut. Dengan mengacu kembali data yang disediakan sistem akuntansi, ditemukan bahwa fluktuasi persediaan disebabkan oleh miskinnya informasi tepat waktu tentang tingkat persediaan terkini. Untuk mengatasi masalah ini, kita kemudian merencanakan mengkomputerisasi proses persediaan, sehingga kita hanya memesan item-item yang betul-betul dibutuhkan.
Jelaslah bahwa sebuah sistem akuntansi yang baik adalah kebutuhan mendasar untuk beerhasilnya praktik bisnis. 

2 . Pihak_Pahak Akuntansi

A. Pihak Intern
Adalah pihak manajemen yang berkepentingan langsung dan sangat membutuhkan informasi keuangan untuk tujuan pengendalian (controlling), pengkoordinasian (coordinating), dan perencanaan (planning) suatu perusahaan.

B. Pihak Ekstern
Adalah pihak-pihak yang berada di luar perusahaan tetapi ia membutuhkan informasi keuangan perusahaan tersebut.
1. Pemilik/Investor
Pemilik memerlukan informasi akuntansi di perusahaannya untuk mengetahui maju mundurnya perusahaan, sehingga ia dapat mengambil keputusan apakah akan mempertahankan perusahaannya, menjualnya, atau menambah investasinya.

2. Calon Investor
Bagi calon investor sangat perlu informasi akuntansi perusahaan. Hal ini dilakukan dalam rangka untuk mengambil keputusannya apakah akan menginvestasikan dananya di perusahaan tersebut atau tidak.
3. Kreditor

Informasi akuntansi suatu perusahaan sangat dibutuhkan bagi kreditor untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam mengembalikan pinjamannya. Hal ini dapat dijadikan oleh kreditor sebagai bahan untuk mengambil keputusan apakah akan ditambah atau ditarik pinjamannya.

4. Calon Kreditor
Bagi calon kreditor informasi akuntansi suatu perusahaan sangat diperlukan sebagai bahan pertimbangan bagi calon kreditor untuk menilai resiko serta memutuskan apakah perusahaan tersebut akan diberikan pinjaman atau tidak.

5. Pemerintah
Informasi akuntansi perusahaan bagi pemerintah sangat berguna untuk penetapan besarnya pajak penghasilan (PPh) badan usaha. Selain itu, juga dapat dipakai sebagai alat penilaian bagi perusahaan apakah perusahaan tersebut mematuhi peraturan atau tidak.

6. Karyawan perusahaan yang bersangkutan
Informasi akuntansi perusahaan sangat bermanfaat bagi karyawan perusahaan yang bersangkutan untuk kelangsungan hidupnya. Maju mundurnya perusahaan dapat berguna untuk kemantapan kerja, bahan pertimbangan penuntutan naiknya gaji, dan jaminan sosial karyawan



3 . Profesi Jabatan Bidang_Bidang Specialis Akuntansi
Profesi Akuntansi
Bidang profesi akuntansi, berdasarkan profesinya akuntan dibedakan sebagai berikut:
a.      Akuntan Publik
Akuntan publik (public accountant) adalah akuntan yang menjalankan fungsi pemeriksaan secara bebas atau independen terhadap laporan keuangan perusahaan atau organisasi lain, serta memberikan jasa kepada pihak-pihak yang memerlukan.
Tugas-tugas akuntan publik yaitu:
1.      Melakukan pemeriksaan atau auditing,
2.      Memberikan jasa perpajakan atau tax service,
3.      Memberikan jasa konsultasi manajemen atau management advisory service.
b.      Akuntan Intern
Akuntan intern atau akuntan privat (private accountant) adalah akuntanyang bekerja di dalam perusahaan atau organisasi tertentu.
Tugas-tugas akuntan intern adalah sebagai berikut:  Menyusun sistem akuntansi,
2.      Menyusun laporan keuangan yang ditujukan untuk pihak ekstern atau intern perusahaan,
3.      Menyusun anggaran/budget,
4.      Menangani maslah perpajakan,
5.      Melakukan pemeriksaan intern.
c.       Akuntan Pemerintah
Akuntan pemerintah (goverment accountant) adalah akuntan yang bekerja pada badan-badan pemerintahan, seperti : BPK, BUMN, BUMD,dan Inspektorat jendral.
d.      Akuntan pendidik
Akuntan pendidik adalah akuntan yang bertugas dalam pendidikan akuntansi, yaitu mengajar, menyusun kurikulum pendidikan akuntansi, dan melakukan penelitian ilmiah dibidang akuntansi.

  Bidang Spesialisasi Akuntansi

a.      Akuntansi keuangan (financial accounting) adalah bidang akuntansi yang tujuannyautamanya mengolah keuangan menjadi laporan keuangan, untuk diinformasikan kepada pihak-pihak diluar perusahaan.

b.      Akuntansi manajemen (manajement accounting) adalah bidang akuntansi yang bertujuan menyediakan informasi untuk pihak manajemen perusahaan untuk mendukung operasi sehari-hari dan untuk membuat perencanaa dan kebijakan untuk masa yang akan datang. Bidang akuntansi ini membahas masalah-masalah khusus yang dihadapi pada manager dari berbagai jenjang organisasi. Tugas akuntansi manajemen adalah menemukan alternatif-alternatif tindakan dan membantu memilih alternatif terbaik.

c.      Akuntansi pemeriksaan (auditing) adalah bidang akuntansi yang berhubungan dengan pemeriksaan independen terhadap catatan-catatan akuntansi pendukung laporan keuangan perusahaan dan memberikan pendapat mengenai kelayakan dan keandalan laporan keuangan tersebut.

d.     Akuntansi biaya (cost accounting) adalah bidang akuntansi yang tujuan utamanya menyiapkan data yang diperlukan untuk menyiapkan data yang diperlukan untuk penetapan dan pengendalian biaya. Lingkupnya biaya selama proses produksi dan harga pokok barang yang sudah diproduksi.

e.      Akuntansi perpajakan (tax accounting) adalah bidang akuntansi yang tujuan utamanyamenyiapkan laporan yang diperlukan untuk penetapan pajak. Tugas akuntan pajak adalah membantu dalam merencanakan pajak dan penyusunan surat pemberitahuan pajak (SPT).

f.       Akuntansi penganggaran (budgeting) adalah bidang akuntansi yang tujuan utamanya menyusun rencana keuangan untuk periode tertentu dimasa yang akan datang dan membandingkan hasil operasi dengan rencana yang telah ditetapkan.

g.      Akuntansi pemerintahan (government accounting) adalah akuntansi yang menghkususkan diri dalam pencatatan dan pelaporan data keuangan yang terjadi pada badan-badan pemerintahan.

4 . Jenis Dan Bentuk Badan Usaha Akuntansi
Bentuk-bentuk organisasi bisnis:
- Perusahaan Perseorangan
- Persekutuan Firma
- Perseroan Komanditer (Commanditer Vennootschap / CV)
- Perseroan Terbatas
- Koperasi
- Yayasan
- BUMN

Beberapa pertimbangan yang perlu dilakukan dalam memilih bentuk perusahaan :
- Jenis usaha yang dijalankan (perdagangan, industri, dsb)
- Ruang lingkup usaha
- Pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan usaha
- Besarnya resiko pemilikan
- Batas-batas pertanggungjawaban terhadap utang-utang perusahaan
- Besarnya investasi yang ditanamkan
- Cara pembagian keuntungan
- Jangka waktu berdirinya perusahaan
- Peraturan-peraturan pemerintahan

Perusahaan
Menurut UU no. 3 Tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan Pasal 1 huruf b yang dimaksud dengan perusahaan adalah
Setiap bentuk usaha yang menjalankan setiap jenis usaha yang bersifat tetap dan terus menerus yang didirikan, bekerja, serta berkedudukan dalam wilayah Negara Indonesia dengan tujuan memperoleh keuntungan dan atau laba.

Pengusaha
Adalah orang yang menjalankan perusahaan atau menyuruh orang lain menjalankan perusahaan. Pengusaha mengeluarkan sejumlah modal yang digunakan untuk menjalankan kegiatan usaha.
5 . Prinsip_Prinsip Konsep dasar akuntansi
Banyaknya masalah akuntansi di dunia keuangan telah mendorong diperlukannya prinsip dan konsep akuntansi yang dapat di pakai sebagai pedoman dalam pengambilan keputusan. Prinsip dan konsep akuntansi itu, antara lain:

1. Konsep Entitas
Entitas adalah konsep yang paling dasar dalam akuntansi. Konsep ini bertujuan agar transaksi perusahaan tidak di campuradukkan dengan transaksi pribadi, begitu pula antara traksaksi entitas satu dengan entitas yang lain, tidak boleh di perlakukan bersama – sama ataupun di gabung, dengan cara membuat suatu garis batas atau pemisah yang jelas di sekililingnya.Misalkan,pendapatan yang di miliki oleh perusahaan tidak boleh di gabungkan / di campurkadukan dengan pendapatan yang di miliki sendiri atau pribadi.

2. Prinsip Keandalan
Prinsip Keandalan merupakan catatan atau laporan akuntansi yang di dasarkan atas data / informasi yang tersedia yang paling dapat di andalkan( data yang dapat di buktikan / di telusuri kebenarannya), sehingga catatan dan laporan tersebut akan menjadi akurat dan berguna. Jika data / informasi yang tersedia hanyalah atas pendapat yang tidak mendasar atau hanya opini belaka, ini bukanlah yang di maksud dengan prinsip keandalan, tapi prinsip obyektivitas.
Di dalam akuntansi, Prinsip keandalan muncul saat penilaian harga dapat di lakukan oleh orang – orang yang profesional di bidangnya secara independen dan objektif.

3. Prinsip Biaya
Dalam prinsip ini menyatakan bahwa harga yang di tetapkan atas aktiva atau kewajiban yang di peroleh harus di catat sesuai harga aktualnya (nilai historis)pada saat terjadinya transaksi, meskipun pembeli meyakinkan bahwa harga yang di bayarkan itu dengan tawar – menawar.

4. Konsep Kesinambungan
Adanya konsep kesinambungan merupakan salah satu sebab mengapa aktiva harus di catat menurut harga perolehan (ukuran / nilai akuntansi yang lebih dapat diandalkan untuk aktiva).Konsep kesinambungan menyatakan bahwa suatu entitas akan terus melakukan usahanya untuk masa yang tak dapat di duga / di ramalkan di masa depan atau bisa di katakan umur yang tidak terbatas dengan cara menyusun laporan keuangan secara periodik dan membandingkannya sehingga diperoleh informasi tentang kemajuan atau kemunduran usaha.

5. Konsep Satuan Moneter Stabil
Fungsi dari konsep ini adalah sebagai dasar untuk mengabaikan adanya efek dari inflasi (Peningkatan dalam harga) di dalam catatan akuntansi. Sehingga kita dapat menguraikan atau menambahkan nilai – nilai rupiah tersebut sehingga memiliki daya beli yang sama.

6 . Tahap_Tahap Proses Pencatatan Akuntansi
1. Menganalisis dampak dari setiap transaksi terhadap akun-akun.
Analisis sangat penting dalam menentukan jenis transaksi apa dan bagaimana cara menjurnalnya.

2. Mencatat informasi relevan dari transaksi ke dalam jurnal.
Setelah melalui proses diatas,  selanjutnya kita mencatat setiap  jenis transaksi keuangan yang berpengaruh terhadap laporan keuangan perusahaannya kedalam jurnal

3. Memindahkan informasi jurnal ke akun-akun yang tepat di dalam buku besar. 
Setelah kita jurnal langkah selanjutnya adalah memindahkan transaksi yang ada dijurnal ke buku besar. 

4. Dan langkah terakhir adalah menyajikannya dalam laporan keuangan. 

Setelah memahami tahap-tahapan diatas , berikut adalah saya berikan ilustrasi dari tahap-tahapan diatas sampai pencatatan Buku Besar. 

7 . Transaksi Bisnis Perusahan
Transaksi Bisnis Perusahaan

Pengertian Transaksi Bisnis Perusahaan

Kejadian ekonomis dari suatu perusahaan yang secara langsung mempengaruhi kondisi keuangan atau hasil operasi dan harus dicatat oleh perusahaan yang bersangkutan itulah yang disebut transaksi bisnis.

Sebagai suatu organisasi yang berorientasi pada perolehan laba, perusahaan akan berusaha untuk menghasilkan barang atau jasa untuk dijual ke konsumen dengan harga tertentu hingga perusahaan mendapatkan keuntungan. Untuk melaksanakan kegiatannya, tentunya perusahaan memerlukan dana. Dana ini akan digunakan untuk pembayaran tagihan telpon, pembayaran gaji karyawan, dan sebagainya.

Transaksi bisnis merupakan kejadian ekonomis yang menyebabkan perubahan dalam harta,hutang dan modal


Kelompok Transaksi Bisnis Perusahaan
Dikelompokkan menjadi 2, yaitu :
a.     Transaksi internal adalah kejadian ekonomis yang terjadi dalam perusahaan itu
sendiri. Contoh : penggunaan perlengkapan,pemanfaatan gedung beberapa waktu, penggunaan mesin, dan lain-lain.
b.     Transaksi eksternal merupakan kejadian dengan pihak luar perusahaan. Contoh: pembelian perlengkapan kepada pemasok, pembayaran uang muka sewa gedung, pembelian mesin Pengaruh Transaksi Bisnis Perusahaan Terhadap Posisi Keuangan (harta,utang,modal)

Semua transaksi bisnis perusahaan akan senantiasa berpengaruh pada perubahan pada ketiga unsur persamaan dasar akuntansi, yaitu asset(harta) dan/ atau kewajiban(utang) dan/ atau ekuitas(modal). Transaksi bisnis perusahaan ini paling tidak akan mempengaruhi 2 diantara 3 komponen atau unsur dalam persamaan dasar akuntansi.

Perhatikan transaksi bisnis sederhana tentang pembelian perlengkapan secara kredit. Transaksi sederhana ini akan mengakibatkan perubahan atau berpengaruh pada kenaikan utang tertentu, yaitu utang usaha dan kenaikan harta tertentu yaitu
perlengkapan.Berikut contoh sederhana suatu transaksi dan pengaruhnya
8 . Persamaan Akuntansi
Neraca merupakan suatu daftar yang menggambarkan aktiva (harta kekayaan), Utang dan Modal pemilik pada saat tertentu. Dalam Neraca ini selalu menunjukkan adanya keseimbangan antara sisi Debit dengan sisi Kredit. Keseimbangan ini selanjutnya disebut dengan persamaan dasar akuntansi (accounting equation).
Pengertian Persamaan Dasar Akuntansi

Persamaan dasar akuntansi adalah rumus dasar tentang akuntansi yang secara matematis dapat dirumuskan sebagai berikut : H = Harta, yaitu semua milik (Kekayaan) dari suatu perusahaan.
U = Utang, yaitu kewajiban perusahaan terhadap pihak lain.
M = Modal, yaitu hak pemilik perusahaan.              

Rumus lain :  B = Biaya, pengorbanan untuk memperoleh penghasilan
P = Pendapatan, adalah bertambahnya aktiva perusahaan.

Harta bersaldo normal di debet (bertambah) dan jika di kredit berkurang, sedangkan pendapatan bersaldo normal di kredit (bertambah) dan jika di debet berkurang, biaya mengurangi modal sedangkan pendapatan menambah modal.  

9 . Mencatat Transaksi Dalam Akuntansi

Proses Pencatatan Akuntansi 
Secara umum, akuntansi (accounting) dapat dipahami sebagai suatu proses kegiatanmengolah data keuangan (input) agar menghasilkan informasi keuangan (output) yang bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan dengan perusahaan atau organisasi ekonomiyang bersangkutan.Akuntansi juga dapat diterjemahkan sebagai cara atau metode yang digunakan untuk menyelenggarakan pencatatan-pencatatan mengenai transaksi keuangan sehingga menghasilkaninformasi yang relevan untuk pengambilan suatu keputusan.Transaksi adalah kejadian atau situasi yang mempengaruhi posisi keuangan perusahaan, atauyang mengakibatkan berubahnya jumlah atau komposisi persamaan antara kekayaan dan sumber  pembelanjaan.
Setiap transaksi akan berpengaruh paling tidak “dua perkiraan” dan dicatat pada“dua sisi berlawanan” (Debet dan Kredit). Untuk itu dalam akuntansi dikenal istilah saldo normal. Be
rikutini kelompok perkiraan dan saldo normalnya :Akutansi memiliki proses yang terdiri dari tahapan-tahapan untuk dapat menghasilkan laporanyang diinginkan, sebagai berikut :1. Proses Mengklarifikasi Transaksi2. Proses Mencatat Dan Merangkum3. Proses Menginterpretasikan Dan Melaporkan
10 . Laporan Keuangan ( Perusahan Jasa )
Laporan Keuangan Perusahaan Jasa - Seberapa pentingkah laporan keuangan itu? Laporan keuangan dikatakan penting karena laporan keuangan merupakan dasar untuk dapat menentukan atau menilai posisi keuangan perusahaan. Informasi mengenai posisi keuangan yang terbaca dalam laporan keuangan ini, berguna bagi pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengambil keputusan.

Apakah fungsi laporan keuangan ini? Laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dan pihak-pihak yang berkepentingan dengan data atau aktivitas perusahaan tersebut.

Pada umumnya, laporan keuangan terdiri atas neraca, laporan laba/ rugi, dan laporan perubahan modal. Laporan laba/rugi merupakan laporan yang menggambarkan hasilhasil yang telah dicapai oleh perusahaan serta beban yang terjadi selama periode tertentu. Laporan perubahan modal merupakan laporan yang menunjukkan sumber dan penggunaan modal perusahaan. Neraca merupakan laporan keuangan yang menunjukkan/ menggambarkan jumlah aktiva, utang, dan modal dari suatu perusahaan pada tanggal tertentu.